|
uNIVERSITAS PEMBANGUNAN PANCA BUDI
|
|
TEORI ADAM SMITH &
KARL MARX
TENTANG ILMU EKONOMI
|
|
Di Susun Oleh
|
|
|
|
WILLIYAM HUTAGALUNG
|
|
Nim :
1715310212
Reguler II A J/S
|
|
|
KATA
PENGANTAR
Puji dan syukur yang sebesar –
besarnya yang penulis sampaikan atas selesainya makalah yang berjudul Teori Adam Smith dan Karl Marx Tentang Ilmu Ekonomi.
Penulis juga menyampaikan terima
kasih kepada pihak-pihak yang telah bersedia membantu penulis dalam
menyelesaikan makalah dengan bantuan ide-ide yang telah dituturkan
Penulis berharap supaya makalah ini
dapat bermanfaat bagi setiap kalangan yang membutuhkan. Penulis juga menyadari
bahwa makalah ini jauh dari kata sempurna. Karena itu , dengan kerendahan hari
penulis mengharapkan kritik dan saran dari pembaca. Terima kasih
Medan,
11 November 2017
WILLIYAM
HUTAGALUNG
Kata
Pengantar…………………………………………..2
Daftar
isi……………………………………………………3
BAB 1
Pendahuluan………………………………….....4
1.
Latar belakang
2.
Rumusan masalah
3.
Tujuan pembahasan masalah
BAB 2 Pembahasan…………………………….………6
Pemahaman
tentang teori ADAM SMITH
Pemahaman
tentang teori KARL MARX
BAB 3 PENUTUP………………………………………9
Kesimpulan
BAB I
Pendahuluan
1.
LATAR BELAKANG
Pemikiran-pemikiran ekonomi sudah sangat
berkembang pada abad ke-XV, saat terjadi di revolusi pertanian di Eropa. Akan
tetapi, pengakuan terhadap ilmu ekonomi
sebagai cabang ilmu tersendiri baru diberikan pada abad ke XVIII, setelah tokoh
adam smith muncul dalam percaturan ekonomi. Adam Smith (1728-1790), tidak
disangsikan lagi, merupakan tohoh utama dari aliran ekonomi yang kemudian
dikenal sebagai aliran klasik. Dalam menghadapi persoalan eekonomi yang terus
berkembang dengan adanya perkembanagan zaman, teori-teori ekonomi yang
dikembangkan oleh pakar-pakar klasik seperti lumpuh tak berdaya. Teori klasik
tidak mampu menjelaskan fenomena dan peristiwa yang sesungguhnya terjadi.
Apabila memberikan jalan keluar terhadap kemelut yang dihadapi. Hal ini sebetulnya
tidak tidak dapat disesalkan, sebab yang terjadi pada tahun 30-an tersebut
memang sangat berbeda dengan
persoalan-persoalan yang selama ini dihadapi. Dalam situasi tidak memnentu inilah lahir seorang teori
ekonomi yang kemudian menjadi sangat berpengaruh di dunia seperti karl marx
dengan teori marxisme-nya.
2.
Rumusan
masalah
-
Apakah paham
Adam Smith atau Karl marx dapat dianut dalam Indonesia?
-
Bagaimana
teori ekonomi muncul?
3.
Tujuan pembahasan masalah
1.
Mendeskripsikan
sejarah teori ekonomi
2.
Latar belakang
teori dari Adam Smith & karl Marx
BAB II
Pemahaman tentang teori Adam Smith
Adam smith adalah salah satu
pelopor sistem ekonomi kapitalisme. Teori ini sampai pada
proto-industrialisasi dieropa dan
mengubah mayoritas kawasan eropa menjadi menjadi daerah kawasan perdagangan
bebas, membuat kemungkinan adanya pengusaha. Dia juga dikenal sebagai “ Bapak
ekonomi” versi Barat.
Adam Smith sering disebut sebagai
yang pertama mengembangkan ilmu ekonomi pada abad ke 18 sebagai satu cabang
tersendiri dalam ilmu pengetahuan. Melalui karya besarnya Wealth of Nations , Smith mencoba mencari tau sejarah
perkembangan negarara-negara diEropa. Sebagai seorang ekonom, Smith tidak
melupakan akar moralitasnya terutama yang tertuang dalam TheTheory of Moral Sentiments . Perkembangan sejarah pemikiran ekonomi kemudian berlanjut dengan
menghasilkan totkoh tokoh seperti Alfred marshall, J.M Keynes, Karl Marx .
Adam smith adalah
tokoh ekonomi kapitalis klasik yang mengkritik sistem merkantilisme yang
dianggapnya kurang mendukung ekonomi masyarakat . Ia mengkritik para psiokrat
yang menganggap tanah adalah sesuatu
yang paling penting dalam pola produksi. Gerakan produksi haruslah bergerak
sesuai MCM (Modal-comodity-money), yang menjadi suatu hal yang tidak akan
berhenti karena uang akan beralih menjadi modal lagi dan akan berputar lagi
bila di investasikan. Adam smith memandang bahwa ada sebuah
kekuatan tersembunyi yang akan mengatur pasar ( invisible hand),
maka pasar harus memiliki laissez-faire
atau kebebasan dari investasi pemerintah. Pemerintah hanya bertugas sebagai
pengawas dari sebuah pekerjaan yang dilakukan rakyatnya
Sampai saat ini, kapitalisme
masih terus berkembang di Indonesia. Kekayaan sumber daya Indonesia masih di
eksploitasi oleh Negara-negara lain. Selain itu, terdapat banyak fenomena yang
menggambarkan bahwa kapitalisme masih eksis di Indonesia, diantaranya banyak
pemilik modal yang mengeruk kekayaan untuk kepentingannya sendiri sehingga
menyebabkan kesenjangan yang semakin
besar antara kelas-kelas social yang ada. Pada awalnya, struktur capital
di Indonesia masih premature atau rentan. Seiring berjalannya waktu, serta
dengan pengaruh yang datang dari luar maupun dari dalam Indonesia, kapitalisme
terus berkembang pemikiran dan praktik kapitalisme adalah “contoh” yang dapat
kita lihat pada masa penjajahan Belanda. Perkembangan kapitalisme pada zaman
modern ini juga terjadi karena pengaruh neoloberalisme yang semakin kuat.
Gencarnya pasar bebas dan masalah Freeport adalah beberapa contoh semakin
berkuasanya modal asing di Indonesia.
Pemahaman tentang teori Karl Marx
Karl Heinrich Marx
adalah seorang filsuf, tokoh sosiologi, pakar ekonomi politik dan teori
kemasyarakatan dari prusia. Marx adalah pencetus paham marxisme yang merupakan dasar dari
teori komunisme modern. Teori ini tertuang dalam manisfesto komunis. Marxisme
merupakan bentuk protes terhadap paham kapitalisme yang dianggap bahwa kaum
kapital mengumpulkan uang dengan
mengorbankan kaum proletar. Kaum
proletar dipaksa bekerja berjam-jam dengan upah minimum, sementara hasil
pekerjaan mereka hanya di nikmati oleh kaum kapital. Marx
berpendapat bahwa masalah ini timbul karena adanya “kepemilikan pribadi” dan
penguasaan kekayaan yang didominasi orang-orang kaya. Untuk menyejahterakan kaum proletar, marx
berpendapat bahwa paham kapitalisme diganti dengan paham komunisme. Menurut
marx, apabila kondisi ini dibiarkan, maka kaum proletar akan memberontak dan
menuntuk keadilan. Inilah dasar dari marxisme
Menurut Karl marx ,
hal yang paling mendasar yang harus dilakukan manusia agar dapat terus hidup
adalah mendapatkan sarana untuk tetap bertahan hidup. Apapun yang bisa
menghasilkan pangan,sandang ,dan papan bagi mereka, serta untuk memenuhi
kebutuhan dasar. Tidak ada yang bisa menghindar dari tugas memproduksi hal-hal
itu. Namun, ketika cara-cara produksi berkembang dari tahap primitif, segera
muncul kebutuhan agar tiap individu dapat melakukan keseniaan, karena menemukan
bahwa mereka akan hidup makmur dengan cara itu. Lalu orang menjadi bergantung
satu dengan yang lain. Produksi sarana hidup kini menjadi aktivitas sosial bagi
individu.
BAB III
1.
Kapitalisme atau kapital adalah suatu paham
yang meyakini bahwa pemilik modal bisa melakukan usahanya untuk meraih
keuntungan sebesar-besarnya.
2. Marxisme atau komunisme paham yang membuat masyarakat akan
diperintah oleh kelas pekerja, yaitu kelas yang dia
namakan kediktatoran, negara kaum pekerja (buruh), atau
demokrasi kaum pekerja. Marx yakin, bahwa sosialisme pada gilirannya
akan digantikan oleh masyarakat tanpa kelas yang ia namakan ”komunisme.”
Masyarakat tanpa kelas, masyarakat komunis, atau masyarakat yang sama
rasa dan sama rata inilah menjadi obsesi dan cita-cita besar Karl Marx tokoh komunis yang
anti-Tuhan dan antiagama.
3. Diantara kedua paham tersebut,
tidak ada paham yang dianut oleh Indonesia saat ini karena sistem pemerintahan
sekarang telah menjadi demokrasi yang berarti kekuasaan berada ditangan rakyat.
Maksudnya, kekuasaan yang baik adalah kekuasaan yang berasal dari rakyat, oleh rakyat
dan untuk rakyat. Saat ini demokrasi
telah digunakan sebagai dasar dalam sistem pemerintahan di berbagai negara,
termasuk di indonesia.
